BAB 11

AKUNTANSI DAN LAPORAN

  • Definisi Akutansi.

 

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”.[1] Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini – yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya – mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.

Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA) dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan yang bersertifikat disebut BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik.

Akuntansi Modern

Jantung akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada suatu rekening, dan satu kredit terkait pada rekening lain. Jumlah keseluruhan debit harus selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno.

Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah dari dulu. Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi. Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomiseperti itu.

[Sunting] Sejarah

Lukisan Luca Pacioli

Lukisan Luca Pacioli

Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik – sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) – sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 – 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.

Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan di tahun 1588 oleh John Mellisdari Southwark, yang termuat perkataanya, “I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane.” John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah “after the forme of Venice”.

Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggrisyang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.

Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis[1], karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya.[2] Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita didalam mengelola keuangan.[3] Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.[2]

 

*

Neraca, adalah daftar yang sistematis dari aktiva, utang dan modal pada tanggal tertentu, yang biasanya dibuat pada akhir tahun. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada didalam perusahaan tersebut.

*

Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.

*

Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.

*

Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan didalam menghasilkan kas dimasa mendatang.

 

[Sunting] Kualifikasi Dan Regulasi Di Bidang Akuntansi

Persyaratan untuk dapat masuk dalam profesi akuntansi berbeda di setiap negara.

Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, akuntan yang berpraktek disebut Certified Public Accountant (CPA), Certified Internal Auditor (CIA) dan Certified Management Accountant (CMA). Perbedaan jenis sertifikasi adalah dalam hal jenis-jenis jasa yang ditawarkan, walaupun mungkin saja satu orang memiliki lebih dari satu sertifikat. Sebagai tambahan, banyak pekerjaan akuntansi dikerjakan oleh seseorang tanpa memiliki sertifikasi namun di bawah pengawasan seorang akuntan bersertifikat.

Sertifikasi CPA dikeluarkan di negara bagian tempat kedudukan yang bersangkutan berupa ijin untuk menawarkan jasa auditing kepada publik, walaupun kebanyakan kantor akuntan juga menawakan jasa akuntansi, perpajakan, bantuan litigasi dan konsultansi keuangan lainnya. Persyaratan untuk mendapat sertifikat CPA bervariasi di antara negara bagian, namun ujian Uniform Certified Public Accountantdiharuskan di setiap negara bagian. Ujian ini dibuat dan diperiksa oleh American Institute of Certified Public Accountants.

Sertifikasi CIA dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditors (IIA), yang diberikan kepada kandidat yang lulus dalam empat bagian ujian. CIA kebanyakan memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik.

Sertifikasi CMA diberikan oleh Institute of Management Accountants (IMA), yang diberikan kepada kandidat yang dinyatakan lulus dalam empat bagian ujian dan memenuhi pengalaman praktek tertentu berdasarakan ketentuan IMA. CMA kebanyakan memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik. CMA juga bisa menawarkan jasanya kepada publik, namun dengan lingkup yang lebih kecil dibanding CPA.

Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics) dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (United States Department of Labor) memperkirakan ada sekitar satu juta[4] orang yang bekerja sebagai akuntan dan auditor di Amerika Serikat.

[Sunting] Persemakmuran Inggris

Di Inggris, Kanada, Australia beberapa negara persemakmuran Inggris, ekuivalen Certified Public Accountant (CPA) diantaranya Chartered Accountant (CA – di Inggris, Persemakmuran Inggris dan beberapa bekas negara bagian Inggris lainnya), Chartered Certified Accountant (ACCA – Inggris),International Accountant (AIA – Inggris), Certified Public Accountant (CPA – Irlandia dan Hong Kong),Certified General Accountant (CGA – Kanada), dan Certified Practising Accountant (CPA – Australia).

[sunting] Kanada

Di Kanada, ada tiga lembaga yang menangani akuntansi: the Canadian Institute of Chartered Accountants (CA), the Certified General Accountants Association of Canada (CGA), dan the Society of Management Accountants of Canada (CMA). CA dan CGA dibentuk berdasarkan Undang-undang Parlemen berturut-turut pada tahun 1902 dan 1913 sedangkan CMA didirikan dalam tahun 1920.

Program CA difokuskan menjadi akuntan publik dan kandidat harus memiliki pengalaman auditing dari kantor akuntan publik; program CGA memberikan kebebasan bagi kandidatnya untuk memilih karir di bidanga keuangan; program CMA memfokuskan diri pada akuntansi manajemen. Ketiganya mengharuskan setiap kandidat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan dan pengalaman praktek sebelum memperoleh sertifikasi.

[Sunting] Kantor Akuntan The Big Four

Kantor akuntan the Big Four merupakan kantor akuntan internasional terbesar di dunia yang terdiri dari:

 

*

PricewaterhouseCoopers

*

Deloitte

*

Ernst & Young

* KPMG

 

Kalau ditelusuri, sejarah keempat kantor akuntan terbesar tersebut berasal dari Eropa, yang sampai saat ini terbentuk dari serangkaian panjang penggabungan usaha. PricewaterhouseCoopers dan Deloitte didirikan di Inggris. Ernst & Young didirikan oleh seorang akuntan dari Skotlandia. KPMG merupakan produk gabungan dari dua kantor besar dari Belgia dan Belanda. Namun, karena pengaruh ekonomi Amerika Serikat yang sangat dominan, kantor-kantor cabang the Big Four yang berlokasi diAmerika Serikat selalu berhasil memperoleh penghasilan yang lebih besar dibanding dengan gabungan kantor-kantor cabangnya seluruh dunia.

Sebelum terjadinya skandal Enron dan beberapa skandal akuntansi lainnya, ada lima kantor akuntan terbesar yang dinamakan the Big Five. Sejak pemisahan bisnis jasa atestasi Arthur Andersen, di Amerika Serikat sebagian besar bergabung dengan KPMG sedangkan di luar Amerika bergabung dengan Deloitte & Touche, Arthur Andersen keluar dari kelompok itu. Sebelumnya, pengelompokan kantor akuntan terbesar ini juga dikenal sebagai the Big Six dan the Big Eight.

 

II. Fungsi Akuntansi.

 

Fungsi penunjang dari manajemen dalam  Pencatatan transaksi perusahaan,  Harta dan kewajiban .

Ketika kita berbicara tentang akuntansi, tentu saja kita perlu mengetahui apakah fungsi-fungsinya dan seberapa pentingkah aluntansi bagi perusahaan dan pelaku perekonomian yang lain. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) bagi pihak manajemen mempunyai fungsi menyediakan informasi yang berguna dalam hal pengambilan keputusan. Informasi yang disediakan SIA mempunyai dua kategori yaitu laporan keuangan dan laporan manajerial.

 

Bagi pihak luar perusahaan, laporan keuangan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Misalnya saja dalam pengambilan keputusan mengenai pemberian kredit dan investasi dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Laporan manajerial terdiri dari dua jenis yaitu laporan anggaran dan kinerja. Anggaran adalah alat perencanaan keuangan, sedangkan laporan kinerja digunakan untuk pengendalian keuangan.

 

Setiap pengukuran akan mempengaruhi perilaku, dalam bisnis hal ini berarti karyawan cenderung memusatkan usaha mereka terutama pada tugas-tugas yang diukur dan dievaluasi. Hal tersebut dapat berarti baik atau buruk tergantung pada sifat dasar hubungan antar perilaku yang diukur dengan tujuan umum perusahaan. Contoh konkritnya: sebuah perusahaan atau organisasi yang bergerak di bidang perdagangan, bagian customer service mendapat tugas untuk mengatasi keluhan pelanggan. Organisasi ingin memuaskan pelanggannya sebaik mungkin dengan biaya serendah mungkin. Apabila customer service dievaluasi hanya berdasar jumlah keluhan yang diselasaikan per unit jam maka ada dua masalah yang mungkin muncul. Customer service akan memusatkan perhatian untuk mengatasi keluhan secepat mungkin dengan tetap mendukung toko, tetapi mereka akan menjauhkan beberapa pelanggan dalam proses ini. Atau customer service dapat menyerahkan toko hanya untuk menyenangkan setiap pelanggan yang memiliki keluhan.

 

Anggaran seringkali dapat menimbulkan perilaku disfungsional. Contohnya: sebuah organisasi/perusahaan mempunyai suatu anggaran tidak memperhitungkan semua dana yang dibutuhkan untuk membeli mesin yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan kinerja, maka manajer mencoba menyewa mesin tersebut. Solusi ini memungkinkan mereka untuk memenuhi target kinerja mereka dan masih berada dalam batas anggaran, tetapi situasi dapat berakhir dengan membebani perusahaan untuk membayar lebih daripada jika perusahaan membeli mesin tersebut. Bahkan proses penganggaran itu dapat menjadi disfungsional. Manajemen dapat mencurahkan berbagai usaha untuk menekan angka yaitu mencoba membuat angka-angka dalam anggaran menjadi seperti yang diinginkan, bukan memusatkan perhatian tentang cara untuk mencapai misi dan tujuan organisasi.

 

Ada beberapa cara untuk menghindari perilaku disfungsi dalam penganggaran yaitu antara lain:

 

Pertama, menjelaskan bahwa tujuan anggaran adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi dengan seefisien mungkin.

 

Kedua, memulai proses anggaran dengan mengidentifikasi tujuan-tujuan yang dapat diukur.

 

Ketiga, meminta setiap manajer untuk membangun beberapa strategi alternatif untuk mencapai tujuan tersebut. Pada tahap ini tidak ada data tentang biaya yang dilibatkan. Perhatian harus dipusatkan hanya pada usaha mengidentifikasi metode-metode alternative untuk mencapai tujuan.

 

Keempat, departemen akuntansi, bukan para manajer departemen adalah pihak yang seharusnya menentukan biaya dari tiap alternatif strategi. Hal ini akan menjaga tiap manajer untuk tetap fokus pada cara bagaimana tujuan dan strategi mereka tersebut dapat berhubungan dengan tujuan dan strategi organisasi, bukan melakukan permainan untuk membuat angka anggaran menjadi benar.

 

Kelima, para manajer departemen harus meninjau kembali angka-angka dalam anggaran yang dipersiapkan oleh depaerteman akuntansi. Setiap manajer harus didorong untuk membuat strategi alternatif yang dapat lebih efisien meraih tujuan tiap unit. Langkah keempat dan kelima dilakukan berulang-ulang hingga para manajer puas dengan anggarannya

 

Evolusi dalam informasi dan komunikasi telah mendorong kemajuan dalam teknologi. Kompetisi dunia usaha semakin ketat, selalu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dengan melakukan perbaikan strategi dan operasi perusahaan. Informasi akuntansi menjadi salah satu unsur dalam pengambilan keputusan suatu perusahaan. Kemampuan menjalankan bisnis tanpa diikuti dengan penerapan sistem informasi akuntansi yang tepat akan membuat perusahaan mengalami masalah dikemudian hari seiring dengan berkembangnya bisnis mereka.

 

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Peran penting SIA pada sebuah organisasi antara lain, mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Selain itu, SIA juga dapat memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan dan juga melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi agar pelaku bisnis dapat menerapkan strategi yang tepat dalam perusahaannya dan dapat bersaing dengan persahaan lain.

 

Informasi Akuntansi memiliki arti penting bagi manajemen untuk pengambilan keputusan. Walaupun demikian, sistem informasi akuntansi yang berlaku di Indonesia sekarang masih didominasi oleh konsep-konsep akuntansi keuangan yang lebih diarahkan untuk menyajikan informasi pertanggungjawaban keuangan oleh manajemen kepada pihak luar perusahaan. Dengan demikian, sistem informasi akuntansi manajemen belum berperan dalam menyediakan informasi keuangan bagi manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan alokasi berbagai sumber daya dalam perusahaan.

 

Dalam SIA dan efektivitas struktur pengendalian intern terdapat suatu hubungan yang timbal balik dimana struktur pengendalian intern tidak mungkin berjalan tanpa adanya sarana atau alat untuk menjalankannya, yaitu sistem informasi akuntansi. Sedangkan SIA dikatakan memuaskan apabila didalamnya terdapat efektivitas pengendalian intern.

 

Keberhasilan suatu sistem informasi akuntansi ditentukan oleh kualitas informasinya. Untuk itu perlu adanya sistem yang baik untuk menghasilkan informasi yang biasa digunakan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan. Dan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk pengoperasian sistem tersebut diharapkan mempunyai nilai manfaat bagi perusahaan.

 

III. Pihak-Pihak Yang Berkepentingan.

 

Setiap orang pasti butuh yang namanya informasi, apapun jenisnya. Iya kan? Iya dong. Kita aja butuh informasi. Begitu pula dengan orang-orang yang terlibat dalam dunia usaha, mereka sangat membutuhkan informasi yang relevan dan akurat untuk perkembangan usaha mereka. Informasi yang mereka butuhkan disediakan oleh akuntansi, dimana akuntansi sebagai suatu kegiatan jasa berfungsi sebagai penyedia data kuantitatif yang diperlukan oleh pihak-pihak tersebut.

Adapun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi adalah:

 

1. Para pemilik dan calon pemilik perusahaan

Para pemilik dan calon pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan. Kalau kalian jadi pemilik usaha pasti kalian mau tau dong perkembangan usaha kalian…..

 

2. Para pengelola perusahaan

Para pengelola perusahaan ini adalah para manajer, jajaran direksi. Bagi pengelola perusahaan akuntansi digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi bagi manajemen sebagai bahan analisa dan interpretasi dalam melakukan evaluasi atas kegiatan dan pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan.

 

 

3. Para pegawai/karyawan perusahaan

Untuk apa ya para pegawai membutuhkan laporan akuntansi?

Para pegawai/karyawan perusahaan sebenarnya sangat berkepentingan untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak pegawai dalam bidang penggajian, gratifikasi ataupun bonus (jasa produksi) serta perangsang sosial lainnya dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan pengabdian pegawai pada perusahaan. Wah, berarti sebagai pegawai kita juga perlu tahu nih laporan keuangannya perusahaan biar kita ga dibodoh-bodohin sama pemiliknya….🙂

 

4. Para investor

Kalau kita mau invest dana tentunya kita bakalan nyari perusahaan yang kondisinya bonafid dong, iya kan? Nah, para investor luar yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke dalam suatu perusahaan, untuk keamanan pelaksanaan investasinya harus terlebih dahulu mengetahui kemampuan perusahaan yang bersangkutan agar jangan sampai dananya terbuang sia-sia. Bukannya untung, malah buntung…😦

 

5. Para kreditor

Para kreditor seperti bank pemberi kredit sangat memerlukan laporan keuangan perusahaan yang akan diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan pemberian kredit. Sama seperti investor, para kreditor juga cuma mau memberikan dananya pada perusahaan yang bonafid.

 

6. Pemerintah

Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang ada di negaranya, misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan negara dari sektor pajak atau menentukan kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan pemberian fasilitas tertentu dari pemerintah.

 

7. Rekanan perusahaan

Yang dimaksud dengan rekanan perusahaan di sini ialah perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama.

 

VI. Prinsip Akuntansi.

 

Dalam “Prinssip Akuntansi Indonesia” yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia  disebutkan maksud laporan akuntansi antara lain :  (telah diperbaharui dengan Standar Akuntansi Keuangan namun prinsip dasarnya adalah sama).

Perusahaan terpisah dengan pemilik dan perusahaan lainnya, maksudnya akuntansi membedakan asset yang menjadi asset perusahaan dan asset milik pribadi pemilik.

Memenuhi keperluan, yaitu informasi yang dihasilkan akuntansi mempunyai tujuan yang jelas. Tidak asal dibuat. Hal ini menyebabkan sistem akuntansi suatu perusahaan tidak sama dengan sistem akuntansi perusahaan lainnya, karena setiap perusahaan mempunyai kebutuhan berbeda sesuai dengan pengaruh lingkungannya.

Memberikan informasi keuangan secara  kwantitatif mengenai perusahaan tertentu agar pemakai/manajemen dapat mengambil keputusan ekonomi

Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya  sehingga membantu pemakai/manajemen dalam menaksir kemampuan perusahaan memperoleh laba.

Menyajikan informasi mengenai perubahan-perubahan harta dan kewajiban serta informasi lainnya yang diperlukan.

 

* Bermutu

* Relevan

* Jelas dan dapat dimengerti

* Dapat diuji

* Dapat dibandingkan

* Lengkap

* Netral

 

V. Pengertian Laporan Keuangan

Bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi dan kondisi keuangan, sangat membutuhkan informasi keuangan yang dapat diperoleh dari laporan keuangan. Informasi tersebut disusun dan disajikan perusahaan dalam bentuk neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas. Informasi tersebut sangat diperlukan oleh pihak-pihak yang go public dalam persiapannya untuk melakukan penawaran umum karena salah satu syarat perusahaan yang go public adalah harus menyerahkan laporan keuangannya selama dua tahun terakhir yang sudah diperiksa oleh akuntan publik.

Setiap perusahaan mempunyai laporan keuangan yang bertujuan menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan secara ekonomi. Laporan keuangan harus disiapkan secara periodik untuk pihak-pihak yang berkepentingan. Pengertian laporan keuangan menurut Baridwan (1992 : 17) laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama dua tahun buku yang bersangkutan. Menurut Sundjaja dan Barlian (2001 : 47) laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan.

Sedangkan definisi laporan keuangan menurut Munawir (1991 : 2) laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan.

Dapat disimpulkan laporan keuangan adalah laporan akuntansi utama yang mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

 

Dasar Laporan Keuangan

Laporan keuangan perusahaan didasarkan pada aturan-aturan akuntansi dan harus memberikan informasi historis, kuantitatif dasar yang merupakan sekumpulan input yang penting yang digunakan dalam menghitung nilai-nilai ekonomis.

 

Laporan keuangan terdiri dari :

1. Laporan laba rugi yaitu laporan mengenai penghasilan, biaya, laba-rugi yang diperoleh suatu perusahaan selama periode tertentu.

2. Neraca yaitu laporan mengenai aktiva, hutang dan modal dari perusahaan pada suatu saat tertentu.

a. Aktiva, dibagi menjadi dua yaitu :

– Jangka panjang, yaitu jangka waktu lebih dari 1 tahun

– Jangka pendek, yaitu jangka waktu 1 tahun atau kurang dari 1 tahun.

b. Hutang dapat diklasifikasikan menjadi :

– Dijamin penuh, kreditor yang diberi jaminan sama atau lebih dari besarnya hutang.

– Dijamin sebagian, kreditor yang diberi jaminan kurang dari besarnya hutang

– Kreditur tidak dijamin, kreditor yang tidak diberi jaminan dalam bentuk barang-barang tertentu.

3. Laporan laba ditahan yaitu daftar kumulatif laba yang berasal dari tahun-tahun sebelumnya dan tahun berjalan yang tidak dibagikan sebagai deviden.

4. Laporan arus kas yang menunjukkan operasi perusahaan, investasi, dan aliran kas pembiayaan.

VI. Isi Laporan Keuangan.

 

 

PT SIERAD PRODUCE Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK

NERACA KONSOLIDASIAN

Per 30 Juni 2010 dan 2009

(Dalam Rupiah Penuh)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan

bagian tidak terpisahkan dari Laporan ini

1

Catatan 2010 2009 *)

Rp Rp

ASET

ASET LANCAR

Kas dan Setara Kas 2.c, 2.d, 3 28.708.849.958 30.377.940.624

Piutang Usaha

(Setelah dikurangi penyisihan piutang

ragu-ragu, 2010: Rp 125.618.846.743;

2009: Rp 127.824.608.026) 2.f, 4 414.292.185.271 333.997.559.057

Piutang Lain-lain 5 19.704.638.406 12.716.354.040

Persediaan 2.h, 6 338.834.063.415 310.225.766.069

Hewan Ternak Produksi – Berumur Pendek 2.i, 7 53.266.727.860 74.252.412.472

Biaya Dibayar di Muka 2.g 7.750.834.265 6.231.622.664

Pajak Dibayar di Muka 2.o, 8 22.035.241.674 18.156.053.235

Uang Muka Pembelian 9 94.504.188.850 63.433.063.615

Jumlah Aset Lancar 979.096.729.699 849.390.771.776

ASET TIDAK LANCAR

Investasi pada Perusahaan Asosiasi-Bersih 2.e, 10 — —

Investasi Jangka Panjang Lainnya – Bersih 2.e, 11 — —

Piutang Hubungan Istimewa 27 38.575.570.216 41.281.893.732

Aset Pajak Tangguhan 2.o, 12.b 40.305.023.219 53.037.826.575

Aset Tetap

(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan,

2010 : Rp. 464.314.186.274;

2009 : Rp. 421.823.277.923) 2.j, 2.m, 13 668.521.404.953 578.817.075.170

Uang Muka Pembelian Aset Tetap 66.486.050.564 34.041.680.360

Aset Tetap yang Tidak Digunakan 2.k, 14 9.499.186.899 50.641.429.790

Uang Jaminan yang Dapat Diterima Kembali 614.487.818 504.715.817

Jumlah Aset Tidak Lancar 824.001.723.669 758.324.621.444

JUMLAH ASET 1.803.098.453.368 1.607.715.393.220

 

 

VII. Bentuk Neraca.

 

 

 

Neraca dapat disusun dalam dua bentuk: yaitu bentuk skontro dan bentuk staffel. Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau sebelahmenyebelah. Sedangkan bentuk staffel sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan modal di bagian bawahnya. Coba Anda bedakan kedua bentuk neraca berikut.

Setelah Anda mengenal kedua bentuk ini, jelaskan perbedaan neraca bentuk staffel dengan bentuk skontro sebelum melanjutkan ke materi berikutnya.

Perbedaan neraca bentuk staffel dengan skontro adalah bentuk staffel disusun secara vertikal. Harta pada bagian atas dan utang dengan modal pada bagian bawah. Sedangkan bentuk skontro, harta (aktiva) pada sisi kiri, utang dan modal pada sisi kanan.

Supaya Anda benar-benar menguasai penyusunan neraca, kerjakan contoh berikut (lihat kembali persamaan akuntansi “Bengkel Tiya”).

Langkah-langkah/Cara Kerja:

1.   Siapkan format laporan neraca bentuk skontro.

2.   Amati kembali persamaan akuntansi bengkel Tiya pada halaman sebelumnya.

3.   Tentukan jumlah semua akun harta, akun utang dan modal dengan memperhatikan jumlah setiap akun paling bawah (akhir) dalam tabel persamaan akuntansi.

4.   Jumlah akhir tersebut yang disusun (dicatat) ke dalam format.

Anda telah menyusun laporan neraca pada contoh di atas. Untuk mengetahui kebenaran pekerjaan Anda, bisa Anda cocokkan dengan jawaban yang disiapkan berikut.

Bagaimana? Apakah neraca yang Anda dapat buat sudah benar? Jika benar bagus! Jika belum dapat Anda perbaiki pekerjaan Anda. Agar Anda lebih menguasai penyusunan neraca ini, kerjakan latihan berikut ini dengan sungguh-sungguh.

Data berikut ini diperoleh dari persamaan Akuntansi perusahaan Jasa Service Electronik “Jujur Service”.

–     Kas Rp. 5.355.000,00

–     Piutang Usaha Rp. 3.600.000,00

–     Perlengkapan  Rp. 1.200.000,00

–     Peralatan   Rp. 3.650.000,00

–     Gedung      Rp. 6.000.000,00

–     Akumulasi Penyusutan Gudang    Rp.       50.000,00

–     Utang Usaha    Rp. 7.200.000,00

–     Modal Tuan Jujur  Rp.12.535.000,00

Diminta:

Susunlah laporan neraca dari data tersebut dalam bentuk skontro, per 31 Desember 1999. Sebelum Anda lanjutkan ke materi berikut kerjakan latihan di atas!

Bila selesai Anda kerjakan, periksalah jawaban Anda dengan melihat jawaban yang berikut ini.

CONTOH BENTUK LAPORAN KEUANGAN

PT. ASURANSI JIWA ABC

NERACA

Per 31 Desember 20×2 dan 20×1

ASET                             20X2    20X1               KEWAJIBAN & EKUITAS                       20X2      20X1

Investasi                                                              Kewajiban kepada pemegang polis

Deposito Wajib               xx            xx                  Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan          xx            xx

Deposito Biasa                xx            xx                  Estimasi Kewajiban Klaim                             xx            xx

Sertifikat Deposito           xx            xx                  Utang Klaim                                                  xx            xx

Saham                             xx            xx                  Premi yg blm merupakan pendapatan             xx            xx

Obligasi                           xx            xx                  Jumlah Kewajiban kepada

SBPU                             xx            xx                      pemegang polis                                       xx           xx

Penyertaan Langsung       xx            xx

Tanah dan Bangunan        xx            xx                  Titipan Premi                                                 xx            xx

Pinjaman Hipotek            xx            xx                  Utang Reasuransi                                           xx            xx

Pinjaman Polis                 xx            xx                  Utang Komisi                                                xx            xx

Investasi Lain                   xx            xx Hak Laba Pemegang Polis yang

Jumlah Investasi           xx           xx belum dibagikan                                        xx            xx

Biaya yang masih harus dibayar                      xx            xx

Kas dan Bank                 xx            xx                  Utang Subordinasi                                         xx            xx

Piutang Premi                  xx            xx

Piutang Reasuransi           xx            xx

Piutang Hasil Investasi      xx            xx

Piutan Lain                      xx            xx

Biaya dibayar dimuka      xx            xx

Aset Tetap:                                                       Ekuitas

– Tanah                           xx            xx                  Modal Dasar…lbr@Rp

– Bangunan           xx                                              Modal ditempatkan dan disetor…lbr            xx            xx

Akml.Penystan (xx) Agio/disagio Saham                                       xx            xx

xx            xx                  Saldo Laba                                                    xx            xx

– Aset Tetap Lain  xx

Akml.Penystan (xx)

xx            xx                  Jumlah Ekuitas                                           xx           xx

Aset Lain-lain:

–   Biaya Akuisisi

Ditangguhkan             xx            xx

Jumlah Aset                  xx           xx                 Jumlah Kewajiban dan Ekuitas                  xx           xx

 

1. LAPORAN LABA RUGI (SINGLE STEP)

 

PT.ASURANSI JIWA ABC

LAPORAN LABA RUGI

Untuk Tahun yang Berakhir

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 20X2 DAN 20X1

20X2   20X1

PENDAPATAN

Pendapatan Premi

Premi Bruto                                                                                                                        xx        xx

Dikurangi: Premi Reasuransi                                                                                                (xx)      (xx)

Dikurangi(ditambah): Kenaikan (penurunan) Premi yang

Belum merupakan pendapatan                                                                                       (xx)      (xx)

Jumlah Pendapatan Premi                                                                                                   xx        xx

Hasil Investasi                                                                                                                           xx        xx

Imbalan Jasa DPLK                                                                                                                 xx        xx

Pendapatan Lain                                                                                                                       xx        xx

Jumlah Pendapatan                                                                                                                xx       xx

BEBAN

Klaim dan Manfaat                                                                                                                   xx        xx

Dikurangi: Klaim Reasuransi                                                                                                      (xx)      (xx)

Ditambah (dikurangi): Kenaikan (penurunan) kewajiban manfaat polis

masa depan dan estimasi kewajiban Klaim                                                                           xx        xx

Amortisasi biaya akuisisi ditangguhkan                                                                                       xx        xx

Pemasaran                                                                                                                                xx        xx

Umum dan Administrasi                                                                                                            xx        xx

Hasil (beban) lain                                                                                                                      xx         xx

Jumlah Beban                                                                                                                        xx       xx

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                                                                      xx       xx

PAJAK PENGHASILAN                                                                                                      (xx)      (xx)

LABA BERSIH TAHUN SEKARANG                                                                               xx       x x

DEVIDEN                                                                                                                              (xx)      (xx)

SALDO LABA AWAL TAHUN                                                                                           xx       x x

SALDO LABA AKHIR TAHUN                                                                                          xx       xx

 

1. LAPORAN ARUS KAS (Metode Langsung)

 

PT. ASURANSI JIWA ABC

LAPORAN ARUS KAS

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1

20X2   20X1

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Penerimaan Premi                                                                                                                  xx        xx

Penerimaan Klaim Reasuransi                                                                                                xx        xx

Penerimaan Lain-lain                                                                                                              xx        xx

Pembayaran Premi Reasuransi                                                                                               (xx)      (xx)

Pembayaran Komisi                                                                                                               (xx)      (xx)

Pembayaran Klaim                                                                                                                (xx)      (xx)

Pembayaran Beban Umum dan Administrasi                                                                           (xx)      (xx)

Pembayaran Pajak                                                                                                                 (xx)      (xx)

Pembayaran Beban Lain                                                                                                        (xx)      (xx)

Kas Bersih dari (untuk) Aktivitas Operasi (A)                                                                 xx       xx

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Penerimaan Hasil Investasi                                                                                                     xx        xx

Pencairan Deposito                                                                                                                xx        xx

Pencairan Obligasi                                                                                                                 xx        xx

Hasil Penjualan Saham dan Obligasi                                                                                       xx        xx

Hasil Penjualan Aset Tetap                                                                                                    xx        xx

Penempatan deposito                                                                                                             (xx)      (xx)

Perolehan Saham dan Obligasi                                                                                               (xx)      (xx)

Perolehan Aset Tetap                                                                                                            xx        xx

Perolehan Investasi Lain                                                                                                         xx        xx

Kas Bersih dari (untuk) Aktivitas Investasi (B)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Penerimaan Utang dari Subordinasi                                                                                        xx        xx

Penambahan Modal disetor                                                                                                    xx        xx

Pembayaran Pinjaman Subordinasi                                                                                         (xx)      (xx)

Pembayaran Deviden Kas                                                                                                      (xx)      (xx)

Kas Bersih dari (untuk) Aktivitas Pendanaan (C)

Kenaikan Kas Bersih A + B + C                                                                                           xx        xx

Saldo Kas dan setara Kas – Awal Periode                                                                             xx        xx

Saldo Kas dan setara Kas – Akhir Periode                                                                       xx       xx

 

 

 

 

1. LAPORAN ARUS KAS (Metode Tidak Langsung)

 

PT. ASURANSI JIWA ABC

LAPORAN ARUS KAS

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1

 

 

 

20X2    20X1

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Laba bersih sebelum pajak                                                                                                     xx        xx

Penyesuaian untuk beban non kas:

Penyusutan Aset Tetap                                                                                                       xx        xx

Amortisasi Aset tidak Berwujud                                                                                          xx        xx

Laba Operasi sebelum Modal Kerja                                                                                      xx        xx

Penurunan (kenaikan) Aset Lancar dan Kenaikan (penurunan) Kewajiban Lancar:

(Kenaikan) Piutang Premi, piutang reasuransi, piutang hasil investasi, piutang lain                  (xx)      (xx)

Penurunan Biaya dibayar dimuka                                                                                         xx        xx

Kenaikan kewajiban polis manfaat masa depan, estimasi kewajiban klaim

utang klaim, premi belum merupakan pendapatan                                                            xx        xx

Kas dihasilkan oleh Operasi Utama Asuransi                                                                          xx        xx

Pembayaran PPh Badan                                                                                                        xx        xx

Pembayaran Bunga                                                                                                                (xx)      (xx)

Arus Kas dari Operasi                                                                                                           xx        xx

Hasil lain-lain                                                                                                                         xx        xx

Kas Bersih dari (untuk) Aktiva Operasi (A)                                                                     xx       xx

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Hasil Investasi Netto                                                                                                              xx        xx

Penyesuaian untuk beban nonkas:

Beban penyusutan investasi                                                                                                 xx        xx

Beban Amortisasi Investasi                                                                                                 xx        xx

Kas Bersih Operasi Investasi                                                                                                 xx        xx

Pengurangan (tambahan) deposito wajib, deposito biasa                                                         (xx)      (xx)

Pengurangan (tambahan)saham, obligasi, SBPU                                                                     (xx)      (xx)

Pengurangan (tambahan) penyertaan langsung                                                                         (xx)      (xx)

Kas Bersih dari (untuk) Aktivitas Investasi (B)                                                               xx       xx

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Hasil Emisi Saham                                                                                                                 xx        xx

Penerimaan Pinjaman Subordinasi                                                                                           xx        xx

Pembayaran deviden                                                                                                              (xx)      (xx)

Kas Bersih dari (untuk) Aktivitas Pendanaan (C)                                                            xx       xx

Kenaikan Kas Bersih (A + B + C)                                                                                         xx        xx

Saldo Kas dan Setara Kas Awal Periode                                                                               xx        xx

Saldo Kas dan Setara Kas Akhir Periode                                                                              xx        xx

 

VIII. Laporan Laba Rugi.

 

 

 

Karena laporan rugi laba merupakan laporan akuntansi utama, maka laporan ini tidak asing lagi di setiap perusahaan. Banyak kesan bahwa menyusun laporan ini sulit, Pada hal sangat sederhana apalagi dikerjakan pada sistem akuntansi komputer, untuk menerbitkan laporan ini tinggal clik command button, komputer segera mengerjakannya. Gampangkan ?

Sesungguhnya memang sederhana dan gampang sekali.  Timbulnya kesan rumit adalah karena laporan ini melibatkan semua transaksi yang jumlahnya relative banyak, mulai dari awal periode akuntansi sampai periode akhir. Jumlah yang banyak itulah yang sulit, namun dengan bantuan komputer semua itu jadi mudah dan cepat.

Untuk memahami laporan Rugi laba kita perhatikan konsep dasarnya yang sangat sederhana yaitu :

Untung = Jual – Beli

Sekarang kita kembangkan, Jual itu dalam suatu kegiatan usaha melibat unsur diskon, retur dll. Sedangkan unsur beli melibatkan unsur barang yang dijual sebagai biaya pokok. Disamping itu dalam melakukan usaha tersebut melibatkan kegiatan operasional yang menyebabkan timbul biaya operasional. Selain itu masih terdapat unsur lain yaitu unsur yang tidak terkait langsung dengan usaha pokok perusahaan kita sebut saja pendapatan/biaya diluar usaha atau biaya lain lain dan terakhir terdapat hubungan dengan kewajiban kepada pemerintah yaitu berupa pajak.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka dapat kita temukan susunan seperti berikut:

JUDUL DAN PERIODE    ——> STANDAR AKUNTANSI

1. PENDAPATAN/PENGHASILAN :

 

* ……………………………………….. nnnnnnnn

* ……………………………………….. nnnnnnnn +

 

JUMLAH PENGHASILAN                                        NNNNNNN    —-> JUAL

2. HARGA POKOK PERSEDIAAN:

 

* ……………………………………….. nnnnnnnn

* ……………………………………….. nnnnnnnn +

 

JUMLAH HARGA POKOK PERSEDIAAN               NNNNNNN –  ———>  BELI

PENGHASILAN                                                    NNNNNNN    ———->  UNTUNG

3. BIAYA OPERASI:

 

* BIAYA PENJUALAN

o …………………………….. nnnnnnnn

o …………………………….. nnnnnnnn

 

JUMLAH BIAYA PENJUALAN                              NNNNNNN

 

* BIAYA ADMINISTRASI & UMUM

o …………………………….. nnnnnnnn

o …………………………….. nnnnnnnn

 

JUMLAH BIAYA ADMINISTRASI                         NNNNNNN +

4. JUMLAH BIAYA OPERASI NNNNNNNN –

5. PENDAPATAN/BIAYA LAIN LAIN:

 

* PENDAPATAN LAIN LAIN

o …………………………….. nnnnnnnn

* BIAYA LAIN-LAIN

o …………………………….. nnnnnnnn

JUMLAH PENDAPATAN & BIAYA LAIN LAIN                  NNNNNNN

 

6. LABA SEBELUM PAJAK NNNNNNN

7. PAJAK PENGHASILAN NNNNNNN

LABA/RUGI BERSIH                                                                 NNNNNNN

(mohon ma’af masih perlu dirapikan)

Selanjutnya berdasarkan kebutuhan, rugi laba perlu dibandingkan dengan rugi laba periode tertentu misal periode yang sama pada masa akuntansi tahun lalu atau dengan periode akhir tahun lalu, sehingga laporan laba rugi dapat menampikan perkembangan usaha.

Dari cara menghitung terdapat dua bentuk laporan rugi laba yaitu metode periodical dan perpetual inventoy dimana metote periodical inventory sudah jarang digunakan karena dengan bantuan komputer menggunakan metode perpertual inventory, laporan rugi laba dapat divisual kapan saja diperlukan.

Perbedaan laporan Rugi laba perusahaan jasa, dagang dan industri hanya terdapat perbedaan pada rekening-rekening rugi laba yang terdapat pada masing-masing perusahaan tersebut misalnya :

 

* Perusahaan jasa tidak memiliki persediaan, sehingga dalam laporan rugilaba tidak terdapat komponen harga pokok persediaan

* Perbedaan nama rekening misalnya nama rekening penghasilan pada perusahaan dagang “Penghasilan Penjualan “  sedangkan pada perusahaan jasa adalah “Penghasilan Jasa”

* dll.

 

Untuk melakukan hal tersebut, sulit hanya semata-mata karena melibatkan banyak data namun dengan bantuan aplikasi komputer laporan rugi laba dapat dihasilkan dalam hitungan detik, sehingga dapat dilihat kapan saja dibutuhkan.

Menyusun Rekening Rugi Laba

PENDAPATAN/PENGHASILAN : Yaitu pendapat/penghasilan dari usaha pokok perusahaan. Pada persusahaan dagang adalah penghasilan dari penjualan barang dagang yang selanjutnya disebut penjualan. Elemen lain yang mempengaruhi penjualan adalah potongan penjualan dan retur penjualan. Mungkin ada komisi yang langsu berkaitan dengan penjualan ditempatkan di bagian ini.

Penjualan

 

 

 

99,999,999.00

PotonganPenjualan

 

99,999,999.00

 

 

Retur Penjualan

 

99,999,999.00

 

+

 

 

 

 

PENJUALAN BERSIH

 

 

 

99,999,999.00

Perlu tidaknya rekening penjualan ke rekening yang lebih spesifik sepenuhnya adalah kebijakan pimpinan perusahaan. Saya pernah melakukanya atas permintaan manajemen perusahaan clien saya dimana setia item barang memiliki rekening sendiri. Total rekening Neraca dan Rugi laba menjadi 750 item. Informasi yang diperileh sangat terinci namun disisi lain menuntut user untuk bekerja lebih teliti dan punya tinggkat kesulitan ngat tinggi. Tip dari saya sebaiknya kalau memang ingin di detail cukup dengan membuat berdasarkan kelompok-kelompok barang saja.

HARGA POKOK PERSEDIAAN : Adalah semua biaya yang diperlukan untuk memperoleh persediaan sampai persediaan tersebut dapat dijual, namun umumnya hanya elemen yang terkait secara langsung saja yang dikelompokan sebagai harga pokok persediaan. Elemen yang mempengaruhi nilai harga pokok peresediaan adalah potongan pembelian dan retur pembelian.

Pembelian

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Transport

 

99,999,999.00

 

 

Potongan Pembelian

 

99,999,999.00

 

 

Retur Pembelian

 

99,999,999.00

 

+

 

HARGA POKOK PERSEDIAAN

 

 

 

99,999,999.00

JUMLAH PENDAPATAN/PENGHASILAN

 

 

 

9,999,999,999.00

BIAYA OPERASIONAL : Adalah semua biaya yang diperlukan dalam usaha pokok perusahaan, selain Harga pokok persediaan meliputi biaya penjualan, biaya umum dan biaya administrasi. Umumnya biaya-2 tersebut sekelompokan sbb:

BIAYA PENJUALAN : Adalah biaya yang digunakan, untuk menjual barang dagang termasuk di dalamnya biaya yang digunakan untuk menagih hasil penjualan.

Biaya Gaji  & UangTransport Marketing

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Iklan

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Transport

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Penagihan ( Kolektor )

 

99,999,999.00

 

+

 

TOTAL BIAYA PENJUALAN

 

 

 

99,999,999.00

BIAYA UMUM & ADMINISTRASI : Adalah kelompok biaya yang tidak berbanding lurus B16dengan hasil usaha. Namun besar anggaran yang ditetapkan untuk masing-masing element biaya, menentukan efektifitas kinerja perusahaan sehingga masing-masing elemen biaya umum dan administrasi  perlu dikontrol agar selalu terjadi sinkronisasi dengan aktivitas perusahaan.

 

 

 

Biaya Listrik

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Telepon

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Gas dan Air

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Alat Tulis &   Kantor

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Legal & Perizinan

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Gaji Dan Tunjangan

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Pengembangan SDM

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Perjalanan Dinas

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Perawatan & Perbaikan

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Penyusutan Aktiva

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Umum Lainnya

 

99,999,999.00

 

+

 

 

 

 

TOTAL BIAYA UMUM & ADMINISTRASI

 

 

 

99,999,999.00

 

 

 

TOTAL BIAYA OPERASIONAL

 

 

 

99,999,999.00

LABA USAHA

 

 

 

99,999,999.00

PENDAPATAN LAIN : Adalah pendapatan/penghsilan yang diperoleh dari aktivitas diluar usaha pokok perusahaan

Pendapatan Ongkos Angkut

 

 

 

99,999,999.00

Pendapatan Ongkos Potong

 

 

 

99,999,999.00

Pendapatan Bunga Jasa Giro

 

 

 

99,999,999.00

 

 

 

TOTAL PENDAPATAN LAIN

 

 

 

99,999,999.00

 

 

 

BIAYA LAIN-LAIN

 

 

 

Biaya Lain – lain

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Bunga Bank

 

99,999,999.00

 

 

Penghapusan Piutang

 

99,999,999.00

 

 

Laba (Rugi) Penjualan Aktiva Tetap

 

99,999,999.00

 

+

 

 

 

 

TOTAL BIAYA LAIN-LAIN

 

 

 

99,999,999.00

 

 

 

POS LUAR BIASA

 

 

 

Peghasilan/Biaya/kerugian dari peristiwa/ kejadian luar biasa (Yang jarang terjadi)

 

99,999,999.00

 

+

 

 

 

 

TOTAL POS LUAR BIASA

 

 

 

99,999,999.00

LABA SEBELUM PAJAK

 

 

 

99,999,999.00

 

 

 

IX. Bentuk Laporan Laba Rugi.

 

 

 

 

Biaya Listrik

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Telepon

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Gas dan Air

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Alat Tulis &   Kantor

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Legal & Perizinan

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Gaji Dan Tunjangan

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Pengembangan SDM

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Perjalanan Dinas

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Perawatan & Perbaikan

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Penyusutan Aktiva

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Umum Lainnya

 

99,999,999.00

 

+

 

 

 

 

TOTAL BIAYA UMUM & ADMINISTRASI

 

 

 

99,999,999.00

 

 

 

TOTAL BIAYA OPERASIONAL

 

 

 

99,999,999.00

LABA USAHA

 

 

 

99,999,999.00

PENDAPATAN LAIN : Adalah pendapatan/penghsilan yang diperoleh dari aktivitas diluar usaha pokok perusahaan

Pendapatan Ongkos Angkut

 

 

 

99,999,999.00

Pendapatan Ongkos Potong

 

 

 

99,999,999.00

Pendapatan Bunga Jasa Giro

 

 

 

99,999,999.00

 

 

 

TOTAL PENDAPATAN LAIN

 

 

 

99,999,999.00

 

 

 

BIAYA LAIN-LAIN

 

 

 

Biaya Lain – lain

 

99,999,999.00

 

 

Biaya Bunga Bank

 

99,999,999.00

 

 

Penghapusan Piutang

 

99,999,999.00

 

 

Laba (Rugi) Penjualan Aktiva Tetap

 

99,999,999.00

 

+

 

 

 

 

TOTAL BIAYA LAIN-LAIN

 

 

 

99,999,999.00

 

 

 

POS LUAR BIASA

 

 

 

Peghasilan/Biaya/kerugian dari peristiwa/ kejadian luar biasa (Yang jarang terjadi)

 

99,999,999.00

 

+

 

 

 

 

TOTAL POS LUAR BIASA

 

 

 

99,999,999.00

LABA SEBELUM PAJAK

 

 

 

99,999,999.00

 

 

 

 

 

X. Tujuan Laporan Lana Rugi.

 

 

Tujuan utama dari laporan laba rugi adalah laporan pendapatan perusahaan untuk investor atas tertentu jangka waktu tertentu.

Tahun lalu, laporan pendapatan disebut sebagai Laba Rugi (atau P & L) pernyataan,

dan sejak berkembang menjadi yang paling terkenal dan banyak digunakan

laporan keuangan di Wall Street. Banyak kali, investor membuat keputusan

berdasarkan sepenuhnya pada melaporkan penghasilan dari laporan laba rugi

tanpa berkonsultasi dengan neraca atau

arus kas Laporan (yang, sementara kesalahan, adalah bukti bagaimana berpengaruh itu).

 

 

Sumber :

http://www.sieradproduce.com/ID/investor/arsip/Documents/Laporan%20Keuangan%20Per%2030%20Juni%202010.pdf

http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/05/48/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/bentuk-neraca/

http://zulidamel.wordpress.com/2008/04/18/laporan-rugi-laba/

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.npic.edu.tw/~finance/lecture/Securities/3_analysis_of_financial_statement.pdf